Mensos Tegaskan Seleksi Sekolah Rakyat Tanpa Pendaftaran, Larang Titipan dan Intervensi
By Admin

Gus Ipul
nusakini.com, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa proses penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka, melainkan berbasis penjangkauan data resmi pemerintah.
Dalam arahan kepada kepala sekolah, guru, dan wali asuh secara daring Selasa, 14 April 2026, ia menyampaikan bahwa seleksi mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) guna memastikan program tepat sasaran.
Menurutnya, pendekatan ini bertujuan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan, terutama kelompok rentan. Ia juga mengingatkan agar tidak ada praktik titipan atau intervensi dari pihak manapun dalam proses seleksi.
“Menurut Menteri Sosial, tidak boleh ada upaya menitipkan nama atau intervensi, baik dari pejabat pusat maupun daerah,” demikian disampaikan dalam pengarahan tersebut.
Ia menilai tahap rekrutmen merupakan titik krusial yang menentukan keberhasilan program. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta mewaspadai potensi penyimpangan, termasuk dugaan manipulasi data.
Selain seleksi, aspek keamanan lingkungan sekolah turut menjadi perhatian. Menteri Sosial menegaskan bahwa tindakan kekerasan fisik maupun seksual di lingkungan Sekolah Rakyat akan dikenai sanksi tegas, termasuk pemberhentian.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Mohammad Nuh, menyatakan bahwa program ini difokuskan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi kelompok masyarakat pada desil terbawah.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri, Andi, menyebutkan bahwa pembangunan sekolah permanen tahap kedua ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sehingga proses belajar dapat dipindahkan ke fasilitas baru pada awal Juli 2026. (*)